STAI al-Furqan Makassar Bangun Kerjasama dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM)


Demi mengembalikan marwah STAI al-Furqan Makassar di kancah internasional, kemarin (Ahad, 26/03/2017) STAI al-Furqan membangun kerjasama dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM) yang bertempat di aula al-Furqan Makassar.

Kerjasama itu dilakukan sebagai wujud ketajaman visi dan misi STAI al-Furqan Makassar kedepannya, serta ikut andil dalam memajukan peradaban dunia keilmuan Islam. Sebagai perguruan tinggi yang sangat menitikberatkan pada nilai-nilai universal Al-Qur’an (Tahfidz, Tilawah, dan Kaligrafi) sebagaimana kata ketua STAI al-Furqan dalam sambutannya kepada Prof. Durrishah Idrus, selaku wakil rektor UTM.

“Kami menginginkan STAI al-Furqan jauh lebih dikenal di mata internasional.”

Tentu, keinginan tersebut tak bisa tercapai bila hanya mengandalkan sisi kuantitas mahasiswanya saja, tetapi lebih urgen lagi bila kualitas mahasiswanya terus ditingkatlkan. Oleh karena itu, dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan seminar internasional yang bertajuk “Getting Published in Scopus Index Journal”. Tampak hadir di sana Speaker : Dr. H. Muhammad Yusuf, Keynote Speaker : Prof. Dr. Durrishah Idrus (Pro-Vice Choncellor UTM Malaysia), Moderator : Dr. Hasbullah, M. Pd., Ph. D, Andi Anto Patak, S. Pd., Ph. D (Mondelay Advisor, Dosen dan Staf Ahli Rektor UNM).

Dalam pemaparannya Dr. H. Muhammad Yusuf memberikan motivasi kepada peserta seminar dan mahasiswa untuk meneliti dan menulis sebagaimana surat Dirjen Dikti nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 januari 2012.

“How to research, how to publish,” ungkap beliau yang baru-baru ini menerbitkan buku yang berjudul “Memahami Permasalahan Kontemporer” dalam perspektif Islam.

Beliau memberikan kiat-kiat jika ingin meneliti dan menulis, yaitu : Pemanasan, Mengkaji Objek yang Akan Diteliti, Suka Membaca, dan yang terakhir Mulailah.

Dr. H. Muhammad Yusuf sangat berharap kepada mahasiswa dan dosen STAI al-Furqan Makassar dapat mempublish di jurnal nasional maupun internasional, agar jenjang akademika STAI al-Furqan dapat lebih tinggi lagi.

Andi Anto Patak, S. Pd., Ph. D, selaku Mondelay Advisor dari UNM, berencana ingin bekerjasama dengan STAI al-Furqan untuk menggelar workshop kepenulisan.

Adapun penjelasan Prof. Durrishah Idrus dalam seminar tersebut selaku keynote speaker. Beliau hanya memberikan langkah-langkah kepada STAI al-Furqan Makassar jika ingin menjadi institut sampai universitas, sebagaimana yang pernah beliau lakukan di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).

“Ya…, salah satunya seperti yang dikatakan Tuan Yusuf, bachelor wajib hukumnya meneliti dan STAI al-Furqan Makassar jika ingin tambah pangkat lagi, kongsi saya kepada Ibu Sitti Habibah selaku ketua, cari industri besar yang ada di Makassar, atau orang Makassar yang kaya di luar sana, kami menyebutnya di Malaysia Pilantropis. Dekati mereka dan berikan yang mereka butuhkan di STAI al-Furqan. Misalkan, di industri tersebut membutuhkan orang yang paham dalam bidang keagamaan, maka penderma tersebut akan memberikan uang,” jelas Prof yang memiliki empat anak itu.
Sebelum penandatanganan kerjasama antara STAI al-Furqan Makassar dengan Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dan pemberian cinderamata kepada Prof Durrishah Idrus, Beliau memberikan motivasi kepada STAI al-Furqan Makassar.

“Kita perlu berubah, karena yang benar-benar kekal adalah perubahan.”

Tentu, perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang positif.

|STAI al-Furan Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *