“Sepucuk Surat harapan untuk Mahasiswa Baru”

Untukmu,yang berada di tanah rantau.
Ahlan Wa Sahlan Mahasiswa Baru dikampus Qur’ani.
Jauh engkau menuntut ilmu demi mencapai cita – cita mu.
Ingatkah kala kalian melangkah pergi hanya berbekalkan rantang harapan serta
doa tulus keluarga yang kau tinggalkan

Saat ini kita berada diranah mimpi menuju perjuangan sejati
dengan sejuta angan dan harapan tak pasti perjuangan benar benar akan dimulai

Takkan ada jalan mulus semulus aspal yang kan kau temui,
buih keringat dan asa kan berjatuhan karena kerikil dan badai akan datang silih berganti
mencoba menghalang mimpi

percayalah kadang batu kerikil lebih membantu dari pada aspal yang licin yang kadang menghayutkan hingga kejurang kebodohan
setiap kejujuran akan selalu bernilai di banding kebohongan yang menyelamatkan sesaat.

Setulus do’a ibumu, sebanyak tetes peluh ayahmu, dan untaian senyum berisikan do’a harapan saudaramu…bangkitlah dan raihlah cita citamu
tunjukan sebenarnya mimpi bukan mustahil menjadi kenyataan
asal selalu ada harapan dan sedikit pengorbanan.
niatkan diri menuntut ilmu dengan ibadah,dengan begitu takkan ada perjuangan yang sia-sia
akan ada badai dan kerikil kecil yang menghadang
tapi ujianlah yang mendewasakan
dan harapan terwujud bukan hanya dengan angan,setiap beban yang kau pikul adalah tangga untuk mencapai puncak kejayaan

Saat gelar sarjana telah tersandang di depan nama
saat itu kebanggan sebagai mahasiswa sejati telah benar benar kau raih
sedikit mimpi mereka yang kau tinggalkan telah kau raih.
tapi perjuangan tak sampai hanya pada gelar, bagaimana mengamalkan ilmu yang selama ini membuatmu tertatih merintih sampai pada batas titik rapuhmu barulah akan terbayar rasa sakitmu.
Saat mereka yang memandangmu ragu. Tersenyum bangga padamu dengan ucapan selamat.
saat itulah masa depan benar benar berhasil kau genggam.
karena takkan ada karya tanpa wujud

Jadi mari berjuang. Menjadi mahasiswa sejati, pendiri bangsa ini berasal dari jiwa jiwa pejuang sepertimu.
yang mau meraih mimpi meski kobaran api siap melahap dalam penderitaan sesaat.

Bangkitlah…
Majulah….
Jayalah…
Selama – lamanya

Penulis : skydiary05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *