Membaca Pergerakan Usia Manusia Menurut Al-Qur’an

Desain: Arni Puspitasari/Media Kampus

Tulisan ini sebagian saya kutip dari Mi’raj News Agency (MINA) yang pernah dishare oleh sdr (i) Suji Rahayu, Mahasiswa STAI Al-Fatah, Cileungsi, Bogor. Akan tetapi, karena ini menurut saya ini tulisan yang bagus untuk mengingatkan saya (dan mungkin juga Anda) akan ayat-ayat kauniyah (fenomena mikrokosmos) dalam diri kita, yaitu umur serta tanda-tanda yang menyertainya. Maka, izinkan saya untuk memuatnya pula di sini dengan memodifikasi dan menambahkan keterangan dengan versi saya.

Pembaca yang Budiman! Allah Swt. sudah menetapkan usia seseorang sebelum ia dilahirkan. Dengan usia (umur hidup di dunia) itu, manusia diberi kesempatan untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan abadi di akhirat. Sungguh beruntung jika seorang hamba mampu menggunakan usianya untuk beriman dan beramal kebajikan. Sebaliknya, sungguh merugi dan celaka seseorang jika ia tidak mampu menggunakan nikmat waktu dalam usianya untuk beribadah dan mendedikasikannya dalam ketaatan kepada Allah.

Terkait dengan tanggung jawab manusia tentang usianya, Nabi Muhammad Saw. bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu),” (HR. At-Tirmidzi dari jalur Ibnu Mas’ud z. Ash-Shahihah, no. 946).

Al-Quran sebagai pedoman hidup orang beriman telah memberi panduan agar kita dapat mempergunakan usia kita dengan ibadah dan beramal kebajikan. Al-Quran juga memberi hikmah dan penjelasan yang lengkap tentang tanda-tanda fisik yang ada pada tubuh (yang saya sebut fenomena mikrokosmos) pada fisik manusia dalam rentang usia kita agar manusia mampu mengambil pelajaran dan menambah iman.

Berikut ini adalah beberapa penjelasan terkait usia manusia dalam Al-Quran :

Silahkan cek tanda ini pada diri Anda atau orang-orang di sekitar Anda. Itu mungkin jari jemari tangan makin tua makin lemah menggenggam, agar kita secara perlahan namun pasti kita melepaskan dunia.

1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam, karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia. (Qs.Hud : 15-16)

2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita, karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat. (Qs.Al-Isra : 72).

Silahkan cek pada diri Anda sendiri atau pada orang-orang di sekitar Anda. Manta perlahan kabur, penglihatan makin kabur, akhirnya harus terpejam. Dunia tidak hijau lagi? Saat penglihatan mata fisikmu mulai perlahan kabur, maka saat itu mata batin yang disinari iman mesti dipakai berjalan menjalani sisa usia.

3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita, karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan. Namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan. (Qs.Al-Lukman : 22).

Jika Anda pernah kecewa dengan makhluk, ketahuilah bahwa Allah sedang menarik Anda agar mengharap hanya pada-Nya. Alihkan mata batinmu kepada-Nya. Semakin Anda kecewa kepada makhluk berarti semakin intensif Allah mengingatkanmu bahwa Allah satu satunya pusat orbit harapan (Allahush Shamad).

4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam Tanah selamanya. (Qs.Ali Imran : 145).

Ketika satu persatu copot dan terjatuh, maka itu adalah lonceng peringatan Allah tentang usiamu. Jangan terlalu bising, khawatir Anda tidak mampu mendengar bunyinya!

5. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan Tulang & Sendi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan diambil. (Qs.An-Nisa : 78).

Tidak ada orang yang makin tua makin kuat. Tulang pasti akan keropos dimakan usia. Hikmahnya, agar beban duniawi makin dikurangi, dan mempersiapkankan bekal ukhrawi.

6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita, karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih. (Qs.Ali Imran : 185).

Rambut memutih secara alami itu surat peringatan bahwa usiamu tidak muda lagi. Surat cinta Allah yang diletakkan di atas kepalamu. Bacalah dengan menggunakan cermin. Gunakan waktu untuk membaca dan memahami pesan bertuliskan rambut putih itu!

7. Begitu juga Hati kita, semakin bertambah usia semakin sepi dan inginl bersendirian. Karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia, makhluk, dan dunia. (Qs.Al-An’am : 32).

Instrumen hati mestinya berisi cinta (mahabbah) dan iman kepada Allah, dan bukan pembenci.

Saudaraku! Selagi masih ada kesempatan jangan menunda-nunda lagi. Akankah seseorang menunda hingga apabila ajal menjemput, betis bertaut dengan betis, sementara lisanpun telah kaku dan tubuh tidak bisa lagi digerakkan? Dan ia pun menyesali usia dan waktu yang telah dilalui tanpa bekal untuk suatu kehidupan yang panjang?!

Allah berfirman menjelaskan penyesalan orang-orang kafir ketika datang kematian:
“Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.” (Al-Mu`minun: 99-100).

Maka manusia terbaik adalah yang mengisi waktu-waktunya dengan amalan yang mengantarkan kepada kebaikan dunia dan akhiratnya.

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang panjang umurnya dan baik amalnya. Seburuk-buruk manusia adalah manusia yang panjang umurnya tetapi buruk amalnya.

Saudaraku! Apakah tanda itu sudah sebagian pada diri Anda? Di sekitar Anda? Bacalah, semoga saya dan Anda memahaminya.

Wallahu a’lam bish-shawab…

Samata, 5/1/2021

Editor : Muhammad Yusuf Putra
l STAI Al-Furqan Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *