KONFLIK ISRAEL-PALESTINA

Penulis: Muhamad Yusuf

Konflik Israel-palestina

Pada tahun 1948, terjadi perang antara masyarakat Muslim dan Yahudi di Palestina. Dalam perang ini, Yahudi-Israel mampu mengalahkan Islam-Palestina dan menggagalkan pendirian negara Palestina.

Kekalahan tersebut menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat Islam-Palestina. Mereka terpecah menjadi beberapa golongan dan mayoritas wilayah Palestina dikuasai oleh Yahudi-Israel.

Pada tahun 1964, perjuangan Islam-Palestina kembali muncul dengan didirikannya Palestine Liberation Organization (PLO). PLO bertujuan untuk mendirikan negara Palestina yang berdaulat melalui perang maupun diplomasi.

PLO aktif dalam melakukan perlawanan gerilya kepada pendudukan Israel. Selain itu, mereka juga berusaha menggalang dukungan dari negara-negara muslim Arab dan internasional dalam forum PBB.

Perjuangan PLO dan Islam-Palestina mendapatkan hasil pada 15 November 1988 dengan proklamasi kemerdekaan Palestina. Proklamasi tersebut mendapat pengakuan dari 20 negara dunia, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Israel, Amerika Serikat, dan beberapa negara Barat menolak proklamasi kemerdekaan Palestina. Hal tersebut menyebabkan konflik antara Israel dan Palestina masih tetap berlangsung hingga sekarang.

Palestina Perlu Dibela?

Bangsa Palestina telah lama mengalami bentuk penjajahan dan penindasan dari Israel. Penjajahan itu bahkan nampak vulgar hingga berlangsungnya zaman modern seperti saat ini.

Sebelum membahas lebih jauh tentang perjuangan hak asasi manusia (HAM) bagi warga Palestina, status Palestina sebagai sebuah bangsa perlu dijabarkan lebih detail. Dalam berbagai literatur diketahui, munculnya Palestina berangkat dari Daulah Islamiyah di bawah Turki Utsmani yang di dalamnya kalangan Israel masih diperbolehkan tinggal di sana.

Namun pada 1917, Palestina dikuasai oleh Inggris dan berangsur-angsur wilayahnya dicaplok secara tidak adil oleh Israel. Jauh sebelumnya, berdasarkan buku Konflik Israel-Palestina karya Mohd Roslan, pada 1897 berdiri organisasi Zionis Dunia dengan agenda utama pendirian bangsa Israel di atas tanah Palestina.

Dalam melancarkan misinya, Zionis mengagendakan empat hal prioritas, yakni melakukan promosi tentang penjajahan Palestina melalui sistem pertanian dan pekerja industri, mewujudkan organisasi dan kerja sama dengan tentara ‘Yahudi’ dengan cara menguasai institusi, menguatkan dan meningkatkan kesadaran sentimen dengan menjadikan agama Yahudi modus perjuangan, dan melakukan ketersediaan terselenggaranya negara Zionis Israel.

Zionis Israel berdalih ingin menguasai Palestina lantaran memiliki ikatan sejarah yang kuat dari tanah tersebut. Mereka percaya—atau alasan saja—tanah Palestina telah dititahkan Tuhan untuk mereka.

Namun sesungguhnya, menurut penulis buku Palestine and International Law Cattan Henry, dia pernah menulis dalam undang-undang bangsa tidak dikenal istilah kedekatan sejarah lama untuk dijadikan landasan mendirikan suatu negara. Artinya, misi Zionis Israel sedari awal telah cacat hukum kebangsaan.

Lebih cacat lagi adalah proses perebutan wilayah oleh Israel itu dilakukan dengan brutal. Pada peristiwa Deir Yasin di 1948, Israel membunuh membabi buta penduduk Palestina yang tidak bersalah.

Munculnya solidaritas umat Islam dunia untuk mendukung perjuangan Palestina

Kisah maupun berita tentang antisemitisme dan anti-Israel banyak beredar di dunia maya. Google Alerts bahkan mencatat lebih dari 3.000 item antisemit per-tahun. 

Dengan data itu, logis jika kemudian Pemerintah Israel membuat sebuah entitas yang berfungsi memilah dan memilih informasi ini, dan mengkategorikannya dari yang biasa hingga hal-hal yang paling ekstrem. Namun, entitas seperti itu hingga kini tidak ada.   

Meski demikian, ada jalan pintas yang dapat membantu dalam mengumpulkan informasi tentang insiden dan ekspresi antisemitisme yang paling ekstrem. Sejak 2010, Simon Wiesenthal Center (SWC) setiap tahun menerbitkan daftar 10 insiden antisemit global terburuk di dunia.  

Dalam beberapa hal, lebih dari satu perkara disebutkan.  Selama 10 tahun, gambaran siapa yang menyuarakan antisemit terburuk menjadi lebih jelas. 

Anti-Yahudi yang paling banyak tentu muncul dari dunia Islam. Sisanya, meskipun masuk kategori berbahaya, jumlahnya masih jauh tertinggal. Hal ini terbukti, meskipun antisemitisme sayap kanan saat ini sedang tumbuh. 

Tokoh Muslim yang termasuk adalah mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Di 2010, ia masuk dalam daftar SWC karena pernyataannya, “Orang Yahudi selalu menjadi masalah di negara-negara Eropa.  Mereka harus dikurung di ghetto dan dibantai secara berkala … Bahkan setelah pembantaian oleh Nazi Jerman, mereka selamat dan terus menjadi sumber masalah yang lebih besar bagi dunia”.  

Dikutip di The Jerusalem Post, saat menelusuri daftar tahunan SWC, satu-satunya seruan yang terdaftar untuk melakukan pemusnahan Israel atau Yahudi berasal dari ulama dan tokoh berpengaruh lainnya di dunia Muslim. Di bawah merupakan penjabarannya.  

Pada 2012, Ulama Futouh Abd Al-Nabi Mansour berdoa di sebuah layanan televisi nasional di Masjid Kairo el-Tenaim. Acara itu dihadiri Presiden Mesir saat itu, Mohamed Morsi.  

Saat itu Sang Ulama berkata, “Ya Allah, hancurkan orang-orang Yahudi dan pendukung mereka. Ya Allah, bubarkan mereka dan rendahkan mereka. Ya Allah, tunjukkan kekuatan dan kebesaran Anda kepada mereka”. Di acara tersebut, terlihat Morsi mengatakan amin. 

Pada tahun yang sama, pada 5 Agustus, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen, Hassan Firouzabadi mengatakan, “Bangsa Iran berdiri untuk satu tujuan, yakni pemusnahan penuh Israel”.  

Yusuf al-Qaradawi dianggap sebagai Ulama Sunni terkemuka di dunia. Pada 2013 ia tidak secara langsung menyerukan pemusnahan orang Yahudi tetapi menyebutnya dengan cara yang positif. “Allah telah menjatuhkan hukuman kepada orang-orang Yahudi karena kecurangan mereka. Hukuman terakhir dilakukan Adolf Hitler,” ujarnya.  

Di tahun yang sama, selama kunjungan di AS, Ulama Irak Qays bin Khalil al Kalbi, mengatakan, “Allah memilih Anda untuk menjadi yang paling celaka di antara semua orang.  Allah memilih Anda sebagai yang terbaik untuk menjadi babi dan kera …. Allah memilih Hitler untuk membunuh Anda, jadi siapa yang lebih baik, Anda atau dia?” 

Lebih jauh lagi pada tahun itu, ulama, pengacara, dan penyair Saudi Arabia, Muhammad al-Farraj menyiarkan puisi berikut ini, “Adolf Hitler memiliki cara yang diberkati untuk membakar negara Anda yang busuk. Jika saya diizinkan untuk berdoa untuk non-Muslim saya akan berdoa untuk jiwa pemimpin Nazi yang memanggang Anda (Rusia) dan orang-orang Yahudi di seluruh dengan bensin. ”  

Pada 18 November 2014, dua Muslim dari Yerusalem timur membunuh empat orang di sebuah sinagog di Yerusalem, termasuk seorang polisi Druze Israel yang heroik. Dalam kejadian itu, dua pelaku ikut terbunuh.  

Keesokan harinya, anggota parlemen Yordania meminta melakukan penghormatan dengan mengheningkan cipta sejenak bagi para pembunuh dan membaca ayat Alquran dengan keras, yang isinya “untuk memuliakan jiwa murni mereka dan jiwa semua martir di negara-negara Arab dan Muslim”.  

Perdana Menteri Yordania saat itu, Abdullah Ensour, mengirim surat belasungkawa kepada keluarga para pelaku. Ia menyatakan, “Saya meminta Tuhan untuk menyelimuti mereka dengan belas kasihan dan memberi Anda kesabaran, penghiburan dan pemulihan dari kesedihan Anda”. 

Di sisi lain, Pemerintah Yordania mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan itu, menambahkan semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil di Yerusalem harus dikecam.  

Pada 2015, sebuah video yang konon diproduksi oleh ISIS menunjukkan seorang anggotanya memegang pisau dan berdiri di dekat dua pria bersenjata bertopeng.  Narator lantas mengumumkan perang melawan orang Yahudi akan segera dilakukan.  

“Insya Allah … Kepada semua orang Yahudi, cucu kera dan babi, kami mendatangi Anda dari seluruh dunia … Perang segera, tidak akan lama, Insya Allah, Insya Allah,” ujarnya dikutip di The Jerusalem Post, Ahad (7/6).  

Video lain yang dirilis dalam bahasa Ibrani mengancam, “Tidak lama lagi, tidak akan ada lagi seorang Yahudi pun yang tersisa di Yerusalem atau negara lainnya. Kami akan terus berjalan sampai kami memberantas penyakit ini di seluruh dunia”.  

Dengan banyaknya imigrasi Muslim ke AS, pesan pemusnahan juga telah disiarkan di sana. Pada tahun 2017, mengutip teks-teks Islam tentang hari akhir, Imam Ammar Shahin dari Islamic Center di Davis, California, menyuarakan hal yersebut dari mimbarnya.  

“Membebaskan Masjid al-Aqsa dari kekotoran Yahudi … memusnahkan mereka sampai ke titik paling akhir,” kata dia.  

Dalam 10 publikasi tahunan SWC ini tidak ada teks pemusnahan tunggal oleh non-Muslim. Namun masalahnya jauh lebih besar dari itu. Contoh di atas hanya dari para pemimpin sejumlah negara Muslim yang menghasut secara ekstrem terhadap Israel dan Yahudi.  Tidak ada pemimpin negara seperti itu di tempat lain.  

Selain itu, studi Global ADL menemukan bahwa 49 persen Muslim adalah antisemit, sementara 24 persen orang Kristen dan 21 persen orang sekuler mengidentifikasi diri dengan sentimen yang dipenuhi kebencian ini.

Terjadi krisis politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah

Awal terjadinya ketegangan antara dua negara tersebut yaitu pada April 1980. Pada saat itu, sedang berlangsung acara Konferensi Ekonomi Internasional yang diselenggarakan oleh persatuan mahasiswa Asia di Irak. Tiba-tiba saja nih, sebuah bom meledak dan tentunya menggagalkan acara tersebut.

Karena kejadian itu, Irak menganggap bahwa Iran sedang menantang untuk berperang. Selang 5 bulan kemudian, tepatnya pada 4 September 1980, Iran tiba-tiba saja melancarkan serangan ke beberapa wilayah Irak, seperti desa Khanaqin, Muzayriah, Zurbatiyah, Qata Mandali dan Mustapha dan instalasi minyak Neft Khaneh. Akibat dari serangan ini, puluhan rakyat Irak menjadi korban.

Kemudian Irak tidak tinggal diam. Tidak sampai sebulan, tepatnya pada 22 September 1980 Irak memulai serangan balasan. Irak mulai menghancurkan pusat-pusat persenjataan berat dan juga pelabuhan udara Mehrabad, Teheran, Iran.

Irak berhasil menduduki Pulau Tumb Besar dan Tumb Kecil (wilayah sengketa kedua negara) yang sudah dikuasai oleh Iran selama ratusan tahun. Serangan ini kemudian dianggap sebagai kemenangan Irak. Akan tetapi Iran tidak tinggal diam, Iran kembali melakukan serangan balasan ke wilayah Basra dan Wasit.

Perang ini terus berlanjut, aksi saling balas serang pun tidak bisa dihindari. Hingga akhirnya pada bulan April 1983, Irak menghancurkan sumur minyak di Norwuz yang membawa dampak besar bahkan ke negara-negara tetangganya. Dampaknya sangat buruk. Sumber daya air disekitar wilayah Teluk tercemar oleh minyak. Hal ini membuat harga air minum di wilayah ini sangat mahal. Bahkan, harga satu liter air pada saat itu hamper lima kali dari harga standar minyak mentah OPEC.

Beberapa negara yang terkena dampaknya adalah Qatar, Kuwait dan Bahrain. Perang ini terus berlanjut hingga tahun ke delapan.

Akhir Perang Irak dan Iran

Perang yang terjadi selama 8 tahun ini ternyata nggak membuahkan hasil lho Squad. Dalam perang ini tidak ada yang menang maupun kalah. Hingga akhirnya perang ini berakhir setelah Iran bersedia menerima Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 598 Tahun 1988. Pada resolusi tersebut, Iran diminta untuk melaksanakan gencatan senjata. Hal ini mengacu pada Perjanjian Algiers yang sudah disusun sejak tahun 1975, dan sudah disepakati oleh keduanya.

Perjanjian Algiers

Perjanjian Algier adalah perjanjian antara Irak dan Iran, yang dipelopori oleh Presiden Aljazair, yaitu Houari Boumedienne. Perjanjian ini dilaksanakan di ibukota Aljazair, yaitu Algiers atau bisa juga disebut Aljir.

Tujuannya untuk meredam perselisihan kedua negara. Pada perjanjian ini, dipertemukanlah petinggi dari kedua negara. Saddam Husein dari Irak dan Shah Reza Pahlevi dari Iran. Perjanjian Algier ditandatangani pada tahun 1975.

Isi Perjanjian Algiers

Nah itu dia Squad sejarah terjadinya konflik Timur Tengah. Selain perang yang terjadi antara Irak dan Iran, masih ada beberapa perang yang lainnya di Timur Tengah. Kalau misalnya kamu ingin mendalami pengetahuan kamu tentang sejarah dunia dan juga sejarah Indonesia, kamu bisa banget nih belajar sejarah dengan seru. Kamu tinggal download aplikasi ruangguru, terus kamu buka deh ruangbelajar. Di sana kamu bisa belajar melalui video dengan beragam animasi menarik. Jadi, sambil belajar kamu juga bisa membayangkannya Squad, seru kaan.

 Penutup

Untuk memahami konflik Israel-Palestina maka kita tidak tepat memulai dari sekarang. Ini adalah dendam sejarah yang dirawat dengan baik. Ketika terjadi ketenangan atau tidak terjadi serangan itu tidak.berarti tidak masalah. Itu hanya ibarat koma (‘) dalam tanda baca, istirahat sejenak, dan akan berlanjut. Entah kapan menemukan titik untuk berhenti.

Ibarat sakatah dalam ilmu tajwid, itu berhenti tanpa bernapas. Kertika Israel-Palestina tidak ada serangan itu hanya berhenti lahiriyah namun batiniyah mereka sedang mengumpulkan energi untuk berteriak “perang dan serang”!.

Wallahu A’lam

Editor by : Digital Media Al-Haq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *